Sunat laser

Sunat laser, apakah berbahaya? Banyak yang mempertanyakan hal ini. Kalau menurut saya, itu tergantung dari keahlian sang dokter yang melakukan sunat. Sebelumnya mungkin diperjelas dulu, apa yang dimaksud sebagai sunat laser itu.

Banyak yang salah kaprah tentang Sunat Laser ini. Di dalam film bergenre action, sering ada tembakan laser yang dipakai dalam perang. Tembakan laser itu berwujud sinar menyilaukan yang keluar dari senapan yang bisa membuat orang yang kena jadi pingsan atau bahkan tewas. Nah, orang-orang awam menafsirkan sunat laser serupa dengan itu.
Padahal dalam prakteknya sunat laser itu adalah sunat memakai alat cauter untuk memotong kulit penis yang menutupi glans penis seorang laki-laki. Cara kerja dari cauter ini adalah memotong kulit tanpa berdarah. Mengapa tidak berdarah? Itu karena cauter ini bersifat panas dan langsung membekukan darah di kulit tersebut. Cara ini tergolong aman, selama cauter tersebut tidak mengenai glans penis/kepala penis pasien. Karena itu, usahakan mencari dokter yang sudah berpengalaman melakukan sunat laser ini.
Banyak juga orang yang berpikir kalau sunat laser itu tidak memerlukan jahitan. Jadi setelah dilaser, langsung selesai. Ternyata tidak demikian. Sunat laser tetap membutuhkan jahitan untuk merapikan hasil sunat. Dengan dijahit, luka sunat akan lebih cepat sembuh. Ya, boleh disimpulkan, sunat laser itu serupa dengan sunat biasa. Bedanya hanya pada pemakaian cauter pada sunat laser yang menyebabkan kemungkinan timbulnya efek samping perdarahan lebih kecil.
Jika anda ingin menyunatkan anak anda dengan sunat laser di area Makassar, anda bisa menghubungi SUNAT CENTER pada nomor kontak di atas